Apa itu Islam? Saya kembali ingin mempertanyakan hal ini karena akhir-akhir ini terlalu banyak yang berbicara Islam. Zaman dahulu, yang namanya agama adalah ajaran suci nan misterius yang tak boleh tersentuh oleh orang-orang biasa. Hal ini bisa terlihat dalam agama Hindu yang hanya mengizinkan kasta brahmana untuk membaca kitab. Lalu dalam sejarah Islam, hanya para ulama yang punya otoritas untuk menafsirkan dan menyampaikan ajaran agama kepada masyarakat. Akses kepada ajaran agama pun sulit, karena hanya ulama yang otoritatif tersebut yang mempunyai kitab-kitab sumber pengetahuan keagamaan.
Sampai hari ini keadaan sudah jauh berubah. Hari ini tidak usah jauh-jauh menemui ulama untuk bertanya masalah-masalah keIslaman. Dengan membuka laptop yang ada koneksi internet, lalu membuka website search engine seperti google, lalu menuliskan keyword permasalahan agama yang ingin kita tahu, maka kita bisa menemukan banyak jawaban dengan berbagai versinya. Hari ini ajaran agama bukan barang yang asing dan misterius, jauh berbeda dengan zaman dahulu.
Pasca reformasi di Indonesia, saat keran kebebasan dibuka sebebas-bebasnya, maka kelompok-kelompok dengan ideologi Islam yang terkekang saat orde baru menjadi bebas untuk berekspresi dan mengembangkan ideologinya. Hal ini dapat dilihat dalam perkembangan komunitas, organisasi, lembaga pendidikan, lembaga-lembaga kemasyarakatan yang membawa ideologi Islam yang berkembang pesat.
Perkembangan tersebut tentu membawa dampak positif dalam semarak penyebaran agama Islam. Namun karena persentuhan ajaran Islam dengan pelbagai problematika social yang menuntut untuk diselesaikan, maka timbul pelbagai macam metode untuk menyelesaikan problem tersebut. Ada yang menawarkan solusi berupa pemantapan tauhid, ada yang berjuang lewat parlemen, ada yang berjuang lewat amal-amal social dan pendidikan, ada yang berjuang dengan agitasi politik mendirikan syariah dan khilafah, ada yang menawarkan dengan pendekatan budaya local, ada yang dengan dzikir mensucikan hati dll.
Dinamika kelompok-kelompok Islam dengan berbagai macam solusi yang ditawarkan untuk membumikan Islam tersebut seharusnya menjadi khazanah dan kekayaan umat Islam di Indonesia. Namun faktanya di lapangan, tidak sedikit karena benturan kepentingan kelompoknya, kelompok-kelompok tersebut saling merendahkan, membid’ahkan dan paling parah mengkafirkan. Tentu hal tersebut tidak terlalu signifikan jumlahnya. Walaupun begitu, fenomena tersebut sangat layak untuk dikritisi agar tercipta suasana keberagamaan yang lebih kondusif ke depannya.
Berdasarkan fenomena tersebut, perlu kiranya kembali menggali makna Islam yang hakiki menurut penuturan Al Quran dan Sunnah. Perlu juga kembali menemukan makna Islam yang bersih dari debu kepentingan dan ambisi pemeluknya. Islam yang memang dimaksud oleh Allah swt. dan Nabi Muhammad saw. Islam pertama kali dirisalahkan sebelum terkontaminasi oleh debu sejarah yang terkadang menyimpangkan maknanya.
Berikut beberapa ayat Al-Quran yang mengandung kata “Al-Islam”.
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS. 3:19)
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. 3:85)
Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. 5:3)
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. (QS. 61:7)
Ayat-ayat di atas secara eksplisit menyebutkan terminology Islam. Dalam ayat di atas, Allah swt. berfirman bahwa Islamlah satu-satunya agama yang diridhai Allah swt. Barang siapa yang mencari agama selain Islam, maka dia termasuk orang yang merugi. Islam pun difirmankan telah sempurna, dan orang yang menolak Islam tergolong sebagai orang yang zhalim. Lantas, apa makna Islam menurut Al Quran? Dalam Ilmu tafsir, dikenal jenis penafsiran Al Quran bil Quran. Yakni upaya menafsirkan suatu ayat dengan mencari tafsirannya dalam ayat lain. Kali ini jenis tafsir al quran bil quran yang akan digunakan.
Berikut adalah kata yang mengandung kata Islam dalam bentuk kata kerja.
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani." Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar."
(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:111-112)
Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam". (QS. 2:130-131)
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.
Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri." (QS. 3:83-84)
(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.
Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. (QS. 4:123-125)
Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi." Katakanlah: "Kepunyaan Allah." Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.
Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik." (QS. 6:12-14)
Katakanlah (ya Muhammad): "Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam. (QS. 40:66)
Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al Quran), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.
Dan sesungguhnya di antara kami ada yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.
(QS. 72:13-14)
Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.
(QS. 3:67)
Berdasarkan uraian ayat-ayat di atas, Al Quran bercerita bahwa makna Islam adalah berserah diri, tunduk dan taat semata-mata kepada Allah swt. Inilah Islam menurut Al Quran. Ayat-ayat tadi juga bercerita bahwa Islam telah diwahyukan semenjak Nabi Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, Musa dan Isa, mereka semua adalah orang Islam. Lawan dari Islam adalah syirik (politeisme) , yaitu tunduk, patuh, berserah diri kepada selain Allah. Berserah diri kepada Allah swt. harus disertai juga dengan berbuat ihsan. Jaminan Allah swt terhadap orang yang berserah diri dan berbuat kebajikan adalah pahala dan kebebasan dari rasa khawatir dan rasa takut.
Prof. Dr. Harun Nasution dalam buku Islam ditinjau dari berbagai aspeknya mengatakan:
Tujuan hidup dalam agama monoteisme (Tauhid) bukan lagi mencari keselamatan hidup material saja, tapi juga keselamatan hidup kedua atau kehidupan spiritual. Jalan keselamatan bukan lagi mencari mana[1] sebagai halnya dalam masyarakat dinamisme dan tidak pula menyogok roh-roh dan dewa-dewa sebagaimana halnya dalam masyarakat animism dan politeisme. Oleh karena itu, Tuhan dalam monoteisme tidak dapat dibujuk dengan saji-sajian. Kepada Tuhan sebagai pencipta mutlak orang tak bisa kecuali menyerahkan diri, menyerahkan diri kepada kehendakNya. Dan sebenarnya inilah arti kata Islam, yang menjadi nama agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Dengan menyerahkan diri ini, yaitu dengan patuh kepada perintah Tuhan dan menjauhi larangan-larangan Tuhan, orang dalam monoteisme mencoba mencari keselamatan.[2]
Dengan demikian, doktrin inti Islam menurut Al Quran adalah ketundukan, penyerahan diri, dan ketaatan untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah swt. Sikap ini dilakukan agar kita memperoleh keselamatan di dunia dan di akhirat. Adapun apa saja perintah dan larangan Allah swt. belum dibahas di sini. Begitu pula dengan Islam menurut sunnah akan dibahas kemudian.
Wallahu a’lam..
Bogor, 20 Februari 2013
[1] Kekuatan gaib
[2] Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya; Harun Nasution; Jakarta; UI Pess; 1984 hal. 16
Sampai hari ini keadaan sudah jauh berubah. Hari ini tidak usah jauh-jauh menemui ulama untuk bertanya masalah-masalah keIslaman. Dengan membuka laptop yang ada koneksi internet, lalu membuka website search engine seperti google, lalu menuliskan keyword permasalahan agama yang ingin kita tahu, maka kita bisa menemukan banyak jawaban dengan berbagai versinya. Hari ini ajaran agama bukan barang yang asing dan misterius, jauh berbeda dengan zaman dahulu.
Pasca reformasi di Indonesia, saat keran kebebasan dibuka sebebas-bebasnya, maka kelompok-kelompok dengan ideologi Islam yang terkekang saat orde baru menjadi bebas untuk berekspresi dan mengembangkan ideologinya. Hal ini dapat dilihat dalam perkembangan komunitas, organisasi, lembaga pendidikan, lembaga-lembaga kemasyarakatan yang membawa ideologi Islam yang berkembang pesat.
Perkembangan tersebut tentu membawa dampak positif dalam semarak penyebaran agama Islam. Namun karena persentuhan ajaran Islam dengan pelbagai problematika social yang menuntut untuk diselesaikan, maka timbul pelbagai macam metode untuk menyelesaikan problem tersebut. Ada yang menawarkan solusi berupa pemantapan tauhid, ada yang berjuang lewat parlemen, ada yang berjuang lewat amal-amal social dan pendidikan, ada yang berjuang dengan agitasi politik mendirikan syariah dan khilafah, ada yang menawarkan dengan pendekatan budaya local, ada yang dengan dzikir mensucikan hati dll.
Dinamika kelompok-kelompok Islam dengan berbagai macam solusi yang ditawarkan untuk membumikan Islam tersebut seharusnya menjadi khazanah dan kekayaan umat Islam di Indonesia. Namun faktanya di lapangan, tidak sedikit karena benturan kepentingan kelompoknya, kelompok-kelompok tersebut saling merendahkan, membid’ahkan dan paling parah mengkafirkan. Tentu hal tersebut tidak terlalu signifikan jumlahnya. Walaupun begitu, fenomena tersebut sangat layak untuk dikritisi agar tercipta suasana keberagamaan yang lebih kondusif ke depannya.
Berdasarkan fenomena tersebut, perlu kiranya kembali menggali makna Islam yang hakiki menurut penuturan Al Quran dan Sunnah. Perlu juga kembali menemukan makna Islam yang bersih dari debu kepentingan dan ambisi pemeluknya. Islam yang memang dimaksud oleh Allah swt. dan Nabi Muhammad saw. Islam pertama kali dirisalahkan sebelum terkontaminasi oleh debu sejarah yang terkadang menyimpangkan maknanya.
Berikut beberapa ayat Al-Quran yang mengandung kata “Al-Islam”.
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS. 3:19)
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. 3:85)
Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. 5:3)
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. (QS. 61:7)
Ayat-ayat di atas secara eksplisit menyebutkan terminology Islam. Dalam ayat di atas, Allah swt. berfirman bahwa Islamlah satu-satunya agama yang diridhai Allah swt. Barang siapa yang mencari agama selain Islam, maka dia termasuk orang yang merugi. Islam pun difirmankan telah sempurna, dan orang yang menolak Islam tergolong sebagai orang yang zhalim. Lantas, apa makna Islam menurut Al Quran? Dalam Ilmu tafsir, dikenal jenis penafsiran Al Quran bil Quran. Yakni upaya menafsirkan suatu ayat dengan mencari tafsirannya dalam ayat lain. Kali ini jenis tafsir al quran bil quran yang akan digunakan.
Berikut adalah kata yang mengandung kata Islam dalam bentuk kata kerja.
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani." Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar."
(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:111-112)
Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam". (QS. 2:130-131)
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.
Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri." (QS. 3:83-84)
(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.
Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. (QS. 4:123-125)
Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi." Katakanlah: "Kepunyaan Allah." Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.
Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik." (QS. 6:12-14)
Katakanlah (ya Muhammad): "Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam. (QS. 40:66)
Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al Quran), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.
Dan sesungguhnya di antara kami ada yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.
(QS. 72:13-14)
Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.
(QS. 3:67)
Berdasarkan uraian ayat-ayat di atas, Al Quran bercerita bahwa makna Islam adalah berserah diri, tunduk dan taat semata-mata kepada Allah swt. Inilah Islam menurut Al Quran. Ayat-ayat tadi juga bercerita bahwa Islam telah diwahyukan semenjak Nabi Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, Musa dan Isa, mereka semua adalah orang Islam. Lawan dari Islam adalah syirik (politeisme) , yaitu tunduk, patuh, berserah diri kepada selain Allah. Berserah diri kepada Allah swt. harus disertai juga dengan berbuat ihsan. Jaminan Allah swt terhadap orang yang berserah diri dan berbuat kebajikan adalah pahala dan kebebasan dari rasa khawatir dan rasa takut.
Prof. Dr. Harun Nasution dalam buku Islam ditinjau dari berbagai aspeknya mengatakan:
Tujuan hidup dalam agama monoteisme (Tauhid) bukan lagi mencari keselamatan hidup material saja, tapi juga keselamatan hidup kedua atau kehidupan spiritual. Jalan keselamatan bukan lagi mencari mana[1] sebagai halnya dalam masyarakat dinamisme dan tidak pula menyogok roh-roh dan dewa-dewa sebagaimana halnya dalam masyarakat animism dan politeisme. Oleh karena itu, Tuhan dalam monoteisme tidak dapat dibujuk dengan saji-sajian. Kepada Tuhan sebagai pencipta mutlak orang tak bisa kecuali menyerahkan diri, menyerahkan diri kepada kehendakNya. Dan sebenarnya inilah arti kata Islam, yang menjadi nama agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Dengan menyerahkan diri ini, yaitu dengan patuh kepada perintah Tuhan dan menjauhi larangan-larangan Tuhan, orang dalam monoteisme mencoba mencari keselamatan.[2]
Dengan demikian, doktrin inti Islam menurut Al Quran adalah ketundukan, penyerahan diri, dan ketaatan untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah swt. Sikap ini dilakukan agar kita memperoleh keselamatan di dunia dan di akhirat. Adapun apa saja perintah dan larangan Allah swt. belum dibahas di sini. Begitu pula dengan Islam menurut sunnah akan dibahas kemudian.
Wallahu a’lam..
Bogor, 20 Februari 2013
[1] Kekuatan gaib
[2] Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya; Harun Nasution; Jakarta; UI Pess; 1984 hal. 16

Posting Komentar untuk "Al Quran Berbicara Islam"